Overthinking Dadakan

1140 Kata

"Mama? Mama sayang ngga, sih, sama aku? Mama nyesel ngga punya menantu kayak aku? Kurangku di mata Mama banyak ya?" Mendapat serangan pertanyaan yang tiba-tiba tentu Salwa heran. Tidak ada angin apalagi hujan, kenapa pula menantunya bertanya seperti itu? Salwa bangkit, berpindah duduk menjadi di samping Ayna. Atau karena hormon menantunya jadi seperti ini? Tangan Salwa terulur, mengusap serta merapihkan rambut panjang Ayna ke belakang. Keduanya masih beradu tatap, Ayna sangat menunggu apa yang akan mertuanya katakan. "Di dunia ini ngga ada manusia sempurna, Ayna. Yang sempurna cuma Tuhan. Tapi bagi Mama kamu itu amat sangat cukup, ngga ada kurangnya. Sekalipun ada itu hal wajar karna kamu manusia. Mama juga ngga menyesal punya menantu kayak kamu. Selain cantik, baik, yang terpenting kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN