DI KAMPUS Waktu menunjukkan pukul 02.00 siang. Udara terasa hangat, dan matahari menyorot lembut di halaman kampus yang mulai lengang. Alana dan Siska baru saja keluar dari kelas. Keduanya berjalan berdampingan melewati lorong panjang menuju gerbang kampus, sambil berbincang ringan. Langkah mereka santai, tapi ada kegelisahan dalam raut wajah Alana. “Oh iya, Alana. Ngomong-ngomong, buat apa sih kamu mau cari kerjaan? Bukannya kamu udah punya suami, ya? Kaya lagi! Kan tinggal minta aja duit sama suami kamu itu, Kak Sagara. Buat beli obat Papah kamu, kan? Lagian kamu juga sekarang masih ngajarin adiknya Kak Sagara les, berarti kamu masih punya penghasilan dari Pak Gavin dong? Jadi ngapain capek-capek cari kerja lagi?” Siska menatapnya heran. Ia tahu Alana sedang berjuang keras, tapi belu

