DI HALAMAN RUMAH. Waktu menunjukkan pukul 07:00 pagi. Udara masih segar, tapi wajah Sagara jelas menahan kesal. Ia duduk di kursi kemudi mobil, mengetuk-ngetukkan jari ke setir sambil mendengus pelan. “Udah jam segini…” gumamnya tak sabar. “Perempuan bawel satu itu lama banget mandinya. Bisa-bisa gue telat ke kampus lagi.” Ia melirik jam di dashboard, lalu menghela napas panjang. “Aduh, bener-bener deh nih anak. Alana! Cepetan keluar! Udah siang, tahu! Alan—” Suara Sagara terhenti begitu melihat pintu rumah terbuka. “Iyaaa Mas, maaf ya! Alana keluar nih! Mas udah nunggu lama banget, ya? Maafin Alana…” seru Alana tergesa-gesa, berlari kecil sambil menenteng tas, rambutnya masih sedikit basah karena baru saja keramas. Tanpa berpikir panjang, ia langsung membuka pintu depan dan duduk d

