Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam, akhirnya Gavin tiba di depan gedung kantor polisi. Dengan wajah penuh kesal, ia segera melangkah cepat menuju ruang BAP tempat Raka ditahan. “Ya ampuuun, Rakaaa!” Gavin langsung meledak begitu melihat sahabatnya itu. “Harus berapa kali sih lu nyusahin gue begini terus?!” Namun bukannya merasa bersalah, Raka justru menyambut dengan senyum santai seolah tak ada masalah. “Eh, lu udah datang juga, Vin?” sapanya polos, seperti orang yang nggak sadar sedang bikin ribut. “Vin, tolongin gue lagi, ya. Pleaseeee!” pintanya memasang wajah memelas penuh harap. Alih-alih iba, Gavin malah semakin naik darah. “Lu tuh udah gila kali, Rak! Baru seminggu balik ke Indonesia, udah berapa kali coba lu bikin ulah?! Harusnya lu bisa bedain, mana London

