Pagi pun tiba... Waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi. Suara burung-burung liar sudah ramai berkicau di balik jendela kamar Gavin dan Laura. Alarm yang dari tadi berdering pun seperti sudah putus asa, tapi tetap tak mampu membangunkan pasangan itu. Keduanya masih terlelap, saling berpelukan di bawah selimut tebal. Di ruang makan, Ibu Alika yang sejak tadi membantu Bi Ina menyiapkan sarapan mulai gelisah. “Ya ampun, ini anak sama menantu kok belum juga bangun?!” gerutunya. Tanpa pikir panjang, ia langsung naik ke lantai atas sambil membawa kunci cadangan. Ceklek! Pintu kamar terbuka. “Ya Tuhannn, Sayaaaang! Kalian berdua ini harus belajar bangun pagi!” seru Ibu Alika sambil melangkah masuk dengan langkah cepat. Tanpa peduli, ia langsung membuka jendela satu per satu hingga cahaya

