“Kamu hebat banget, Laura. Bisa seberani itu,” ucap Laras sambil tersenyum bangga pada sahabatnya. “Iya, sumpah keren banget!” timpal Cindy cepat-cepat. “Wanita sombong kurus kering itu pasti sekarang lagi kena mental habis-habisan setelah dengar ucapanmu tadi,” tambah Melly yang membuat yang lain mengangguk-angguk setuju. Laura hanya tersenyum tipis. “Hmm…” “Eh, kalian duluan aja, ya. Aku mau ke toilet sebentar,” ujarnya sambil melangkah cepat, menyembunyikan air matanya sebelum benar-benar pecah. Begitu pintu toilet tertutup rapat, Laura langsung menutup mulutnya dengan tangan. Tangis yang ia tahan sejak tadi akhirnya pecah. Air matanya jatuh deras. “Mas Gavin keterlaluan!” isaknya pelan. “Apa segitu besarnya salahku? Sampai-sampai di depan wanita itu, Mas Gavin tega bilang n

