SEASON 3 // Bab 8

1341 Kata

DI TEPI JALAN — PUKUL 22.00 MALAM Sementara Gavin masih berjuang mati-matian membujuk Laura agar berhenti ngambek dan mau kembali melayaninya dengan penuh cinta di atas ranjang, di luar sana, malam justru membawa kisah lain. Sagara berdiri di pinggir jalan dengan wajah gelisah. Lampu jalan berkelap-kelip redup, dan angin malam menusuk kulit. Ia melirik jam di pergelangan tangan. “Rasya ke mana sih... dari tadi gue tungguin juga nggak nongol-nongol,” gumamnya pelan, suaranya mengandung nada kesal sekaligus cemas. Malam ini, seharusnya ia sudah sampai di rumah Rasya—berencana menginap di sana untuk menenangkan pikirannya yang kusut setelah pertengkaran besar dengan Gavin. Sudah hampir setengah jam ia menunggu. “Aah, telepon aja deh, keburu—” Ucapan itu terhenti mendadak. Sebuah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN