Si 'Slay' Beraksi

1337 Kata

Jangan ditanya lagi soal raut wajah yang jelas - jelas bisa terlihat kasat mata, berantakan! Apalagi perasaan yang adanya di dalam d**a ... sudah tidak bisa dijelaskan lagi . Masih ada satu lagi yang harus dilewati, ada mama Isti dan mamangnya Jani. "Terimakasih atas kedatangannya pak Samiaji sekeluarga," begitu sambutan mama Isti dengan senyuman sumringah. Dia tidak mau ngobrol seperti anaknya tadi, walau dia tidak bisa mendengar apa yang diucapkan Jani dari tempatnya berdiri, tapi dia bisa melihat raut wajah ke empat orang di depannya ini berubah layu, dan itu sudah cukup. "Ini keluarga almarhum Erwin," ucap mama Isti ke adik ipar yang berdiri di sebelahnya. "Owh," mamang Jani tidak ramah. Dia tahu siapa keluarga ini dan dia tidak bisa memasang senyum seperti kakak iparnya. Tidak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN