Keberhasilan Yangpa

1208 Kata

Bu Rima sudah benar - benar tidak tahan, tapi dia tidak berani mengambil jalan pintas untuk segera pulang. Walau hatinya seperti di remas - remas mendengar pembicaraan di meja ini, belum lagi bocah kecil yang terlihat simpati padanya tapi sangat mengesalkan kalimat yang keluar dari bibirnya. Dia melirik suaminya yang tatapannya tidak lepas dari Bian. Bocah laki - laki yang tampak dimanja oleh kakak sepupunya yang baru dan juga buyutnya itu, sedang memakan es krim dengan nikmatnya. "Aku baru perhatikan sekarang, matanya memang mata Erwin," bisik pak Samiaji. Kedua kakek nenek yang tidak mengakui cucunya itu memperhatikan Bian. "Oma mau es krim juga?" ternyata Dhevi melihat ke arah bu Rima, sepertinya Dhevi ini perhatian pada bu Rima. Bian mendongak, mendengar kakaknya bicara soal es k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN