Jani mendekat ke arah tempat tidur lalu naik ke atasnya untuk duduk di samping Owka yang barusan kehilangan dirinya. Kini Jani yang menarik tubuh Owka dan membawanya rebahan, persis seorang anak balita yang baru bangun tidur dan tidak menemukan ibunya, rewel dan harus dibujuk dulu, kali ini Jani membujuk Owka dengan pelukan. Benar saja, papap Bian itu menutup matanya lagi ketika sudah bersandar di tempat yang empuk, tapi bukan bantal bulu angsa milik hotel. "A' ... memang masih ngantuk?" "Hmm ..." "Aku laper a'." Owka membuka matanya, dia juga lapar. "Telpon aja room service," ucap Owka, tapi dia tidak beranjak dari tempat favoritnya, bagaimana Jani mau membuka buku menu dan menelpon room service? "Terus gimana cara nelponnya?" tanya Jani pada akhirnya, dia sudah mencoba menggapai t

