Jani baru saja selesai mandi dan keramas karena rambutnya sudah kaku karena penggunaan hairspray, padahal sudah pukul setengah dua belas malam. Tapi dia sudah tidak tahan karena dari pagi rambutnya sudah disemprot berbagai macam bahan kimia. Jani keluar memakai bathrobe putih dengan bordir nama hotel dan juga rambut yang terlilit di kepala, terlihat segar sekali. "Udah?" tanya Owka yang kini hanya memakai celana panjang tanpa atasan, Tuxedo nya sudah digantungnya di dalam lemari, kemeja dan perintilan lainnya sudah teronggok di sofa. Owka topless bukan pemandangan aneh untuk Jani, tapi ini kan malam pengantin ... tentu saja menjadi suatu tanda serangan sudah semakin dekat. Owka memeluk Jani dari belakang ketika Jani sedang mengambil pakaian dalam dan juga baju tidurnya. "Mau nyari pa?"

