Bab 44: Antara Api dan Air DUAARRR! Dunia seakan terbalik. Ledakan dari van tua itu menghantam udara malam dengan gelombang panas yang dahsyat. Api membumbung tinggi ke langit Jakarta, menciptakan siluet raksasa yang mengerikan di atas air pelabuhan. Serpihan logam dan kaca beterbangan seperti hujan meteor maut. Harlan dan anak buahnya terlempar akibat tekanan udara. Asap hitam pekat segera menyelimuti dermaga, memberikan tabir yang dibutuhkan Aurora dan Aditya. "Aditya! Ayo!" Aurora berteriak, menarik lengan pria itu. Namun, Aditya tidak bergerak. Sebuah serpihan logam dari ledakan barusan tertancap di paha kanannya, membuatnya berlutut di atas semen yang panas. Darah baru merembes cepat, membasahi celana gelapnya. "Lari, Aurora! Melompat!" perintah Aditya, suaranya parau karena men

