Bab 45

1055 Kata

Bab 45: Melodi di Ruang Kedap Suara Kamar VVIP di kapal pesiar itu lebih mirip penjara berlapis beludru. Pintu baja di belakang Aurora terkunci rapat dengan sistem biometrik yang hanya bisa dibuka oleh Harlan atau orang kepercayaannya. Di atas tempat tidur besar, telah disiapkan sebuah gaun sutra hitam yang elegan namun mencekam—gaun yang harus ia kenakan untuk sandiwara besok pagi. Aurora tidak menyentuh gaun itu. Ia berdiri di depan jendela bundar, menatap buih laut yang dihasilkan oleh mesin kapal. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal: ruang mesin di lantai bawah. "Aditya, kau harus bertahan," bisiknya, tangannya mengepal hingga buku jarinya memutih. Tiba-tiba, terdengar bunyi klik halus. Pintu kamar terbuka sedikit. Aurora bersiap untuk menyerang dengan lampu meja yang ia pegang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN