Bab 46: Pergulatan di Atas Gelombang Lantai dek kapal pesiar itu kini miring hampir tiga puluh derajat. Suara besi yang berderit karena tekanan air dan ledakan-ledakan kecil dari ruang mesin menciptakan simfoni kematian yang mengerikan. Api yang disulut Nadia berkobar hebat, membelah dek menjadi dua zona neraka. "Lompat, Aurora! Lompat!" teriak Aditya sambil mendorong sekoci otomatis bertenaga motor ke arah permukaan air. Mereka terjun bebas. BYYURRR! Sekoci itu menghantam permukaan laut yang ganas. Aurora terbatuk, berusaha menghirup oksigen sambil menarik Aditya ke dalam perahu kecil itu. Saat motor sekoci mulai menderu, Aurora menoleh ke atas. Kapal pesiar megah itu mulai tenggelam dengan bagian buritan yang terangkat ke langit. Di tengah kobaran api di atas sana, ia melihat bayang

