Pagi itu mansion Albert dipenuhi suara teriakan kecil yang memecah keheningan. “Mommyyyy! Daddy! Hari ini Valentina sekolah!” Valentina berlari-lari dari satu ujung kamar ke ujung lainnya sambil membawa dua gaun sekaligus. Kiara—yang baru selesai merapikan rambut—hanya bisa menahan tawa. “Valentina pilih yang mana? Kamu sudah angkat dua puluh gaun dari lemari,” kata Kiara sambil meletakkan tangannya di pinggang. Valentina memiringkan kepala. “Mommy, yang bunga-bunga lucu… atau yang biru glitter?” Albert keluar dari kamar mandi sambil menyeka rambutnya. “Pagi-pagi sudah glitter?” “Daddy! Hari ini hari besar!” Valentina memperlihatkan gaun birunya. “Ini cantik, kan?” Albert tertawa. “Cantik banget. Tapi kamu yakin bisa duduk kalau pakai itu? Banyak glitter menempel di kursi nanti.” “

