Bab 216

937 Kata

Valentina duduk di lantai ruang tengah mansion, tepat di atas karpet tebal berwarna krem yang selalu menjadi tempat favoritnya bermain. Kaki kecilnya terlipat canggung, satu tangan memegang pensil warna merah muda, satu lagi menahan buku gambar yang hampir lebih besar dari lengan kecilnya. Wajah mungil itu tampak sangat serius, alisnya sedikit berkerut, lidahnya menjulur tipis ke samping—tanda khas Valentina setiap kali sedang benar-benar fokus. Di halaman putih buku gambarnya, sudah tampak sebuah lingkaran besar yang tidak sempurna. Di tengah lingkaran itu ada lubang kecil yang bentuknya agak miring. Valentina berhenti sebentar, menatap karyanya lama sekali, lalu menambahkan garis-garis kecil di sekeliling lingkaran. “Ini gula,” gumamnya pelan pada dirinya sendiri. Kiara yang berdiri t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN