Bab 210

2325 Kata

Malam turun pelan-pelan di atas Manhattan, meninggalkan cahaya lampu kota yang berpendar lembut menembus jendela besar kamar Albert dan Kiara. Suara AC terdengar lirih, tirai tipis berkibar pelan karena angin dari balkon yang sedikit terbuka. Albert baru selesai mandi, rambutnya masih basah, dan ia membuka pintu kamar sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Ia masuk sambil melonggarkan kerah kaus hitam yang baru ia pakai, tetapi langkahnya berhenti ketika melihat Kiara duduk di tepi ranjang, menatapnya tanpa berkedip. Tatapan yang membuatnya mengerutkan kening secara refleks. “Kiara?” Albert menutup pintu sepenuhnya. “Ada apa?” Kiara tidak memalingkan wajah. Justru ia menarik napas dalam, seperti sedang menyiapkan keberanian untuk mengucapkan sesuatu yang besar. Albert mendekat, per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN