Bab 211

2347 Kata

Pagi itu, mansion Albert begitu tenang—terlalu tenang untuk ukuran rumah yang biasanya dipenuhi langkah kecil Valentina. Namun suasana tenang itu pecah ketika suara tangisan lirih Valentina terdengar di lorong lantai dua. Kiara baru saja selesai merapikan rambut panjang putrinya ketika bocah dua tahun itu menatap cermin sambil merengek. “Mommy… Valen mau banyak teman… Valen mau ke taman…” Suara kecilnya pecah, pipinya memerah, bibir mungilnya bergetar. Kiara yang awalnya hendak tertawa karena alasan menangis itu sangat khas anak usia dua tahun, langsung menunduk dan mencium pipi putrinya. “Oke, sayang. Mommy bawa Valen ke taman sekarang.” Begitu kalimat itu keluar, air mata Valentina langsung berhenti seolah tombol pause ditekan. Gadis kecil itu menatap Kiara dengan mata bulat dan lang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN