Setelah pemakaman yang sederhana namun menyisakan jejak tekanan yang menyesakkan d**a, rombongan kecil itu berjalan menuju mobil masing-masing. Angin sore New York berhembus membawa aroma tanah yang masih basah oleh sisa-sisa hujan semalam. Langit berwarna kelabu pucat, seolah ikut berduka atas akhir hidup seorang wanita yang selama ini hidup dalam kesepian, tekanan batin, dan pergumulan halusinasinya sendiri. Albert berjalan pelan sambil menggendong Valentina—bayinya yang tertidur—di d**a. Gadis kecil itu sama sekali tidak mengerti dunia dewasa yang rumit dan gelap. Dia hanya menyandarkan wajah mungilnya pada d**a ayahnya, tak tahu bahwa baru saja dunia menyaksikan lenyapnya seorang jiwa. Kiara berjalan di samping suaminya, sesekali memandang ke arah Albert untuk memastikan pria itu bai

