Bab 207

2703 Kata

Pagi di New York yang biasanya sibuk, bising, dan penuh langkah cepat orang-orang berjas hitam, berubah menjadi sebuah adegan hening yang aneh di kawasan elite Manhattan. Kabut tipis menutupi jalan-jalan, udara dingin menggigit kulit, dan matahari masih belum sepenuhnya naik. Namun apartemen tempat Veronica tinggal sudah riuh oleh suara-suara panik, sirene yang mendekat, dan bisikan-bisikan keheranan. Tetapi sebelum semua itu terjadi… beberapa jam sebelumnya… Veronica masih duduk di dalam apartmennya, memeluk lutut, menahan gemuruh hancurnya pikirannya. Di ruangan yang remang, hanya ada lampu kecil di sudut meja yang menyala lemah. Veronica menatap jendela besar di lantai tinggi itu. Dari sana, lampu-lampu kota terlihat seperti kumpulan bintang jatuh yang tidak pernah benar-benar padam.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN