Restoran bintang lima itu dipenuhi cahaya hangat dari lampu-lampu gantung kristal yang berkilau lembut. Dari jendela besar yang menghadap kota Tokyo di malam hari, lampu-lampu gedung tampak seperti lautan bintang. Kiara duduk bersebelahan dengan Valentina yang sibuk memainkan sendok kecilnya, sementara Albert di sisi lain tampak santai, menatap daftar menu. Malam itu seharusnya tenang. Seharusnya hanya menjadi makan malam keluarga sederhana untuk menutup hari panjang yang menyenangkan. Namun ketenangan itu pecah ketika suara langkah seseorang terdengar mendekat dari belakang mereka—pelan, tapi penuh percaya diri, seolah sengaja dibuat begitu agar menarik perhatian. Albert merasakan sesuatu yang aneh. Seperti firasat lama yang pernah ia rasakan bertahun-tahun sebelumnya. Ia perlahan menu

