Alden berdiri di depan jendela ruang kerjanya, memandangi langit New York yang dipenuhi awan kelabu. Pagi itu kantor masih sepi, namun pikirannya sudah dipenuhi amarah. Dia baru saja menerima pesan dari Kiara—bahwa liburan Daddy dan Kiara di Jepang berantakan gara-gara satu orang yang sama sekali tidak dia ingin lihat seumur hidupnya: **Aunty Veronica**, adik kandung mendiang Mommy-nya. Alden mengepalkan tangan, rahangnya mengeras. Dia masih mengingat jelas masa kecilnya, bagaimana Veronica selalu berusaha ikut campur dalam rumah tangga mereka, bahkan ketika Mommy-nya masih hidup. Veronica selalu memiliki obsesi tidak wajar pada Albert. Dan sekarang, bertahun-tahun kemudian, wanita itu masih saja mengikuti bayang-bayang kakak iparnya seperti hantu yang menolak pergi. Alden membanting pon

