Bab 146

2569 Kata

Sore itu langit London mulai berubah warna menjadi jingga lembut. Cahaya matahari yang menembus tirai tipis apartemen memantulkan bayangan hangat di lantai kayu, memberi kesan tenang dan nyaman. Dari ruang tengah apartemen itu, terdengar tawa kecil Valentina yang menggema — tawa murni, polos, dan menular. Albert, yang biasanya terlihat gagah dan tenang dengan jas rapi atau kemeja elegan, kini tampil sangat berbeda. Ia mengenakan bando kelinci warna pink dengan dua telinga panjang yang menjulang ke atas. Telinga itu bergerak ke kanan dan kiri setiap kali ia menggoyangkan kepalanya, membuat putri kecilnya tertawa terbahak-bahak di kursi bayi. “Daddy kelinci! Daddy kelinci!” Kiara berseru sambil menahan tawa, merekam semua itu dengan ponselnya. Albert menatap Valentina dengan ekspresi lucu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN