Sore itu langit London mulai gelap, hujan turun perlahan menetes di jendela apartemen. Kiara sedang menyiapkan s**u hangat untuk Valentina sementara Albert merapikan koper kecil mereka. Hari itu seharusnya berakhir damai setelah perjalanan menyenangkan ke Buckingham Palace, namun suasana tiba-tiba berubah ketika suara tangisan Valentina terdengar begitu nyaring dari kamar. Kiara berlari panik ke arah ranjang bayi. “Valentina?” serunya cemas. Ia melihat wajah putrinya yang tampak pucat dan tubuh mungil itu terasa lebih panas dari biasanya. Kiara segera menyentuh dahinya dan terkejut. “Albert!” Albert yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri, wajahnya tegang melihat ekspresi Kiara. “Kenapa?” “Dia panas sekali! Aku… aku rasa Valentina demam tinggi!” suara Kiara bergetar,

