Bab 144

2003 Kata

Langit London siang itu berwarna biru lembut, diselingi awan putih yang bergerak pelan tertiup angin. Udara musim semi yang sejuk menyentuh wajah Kiara lembut saat mereka keluar dari mobil. Albert membuka pintu untuknya, sementara Valentina tertawa kecil dalam gendongan ayahnya, memandangi burung-burung merpati yang beterbangan di pelataran St. Paul Cathedral. Suara lonceng gereja tua itu menggema, menandai tengah hari yang damai. “Cantiknya tempat ini,” ucap Kiara dengan senyum lebar, matanya memandangi kubah besar berarsitektur klasik yang berdiri megah di hadapan mereka. Albert menatapnya dengan tatapan yang selalu sama—penuh kasih. “Kau ingin masuk ke dalam?” tanyanya lembut. Kiara mengangguk, menggandeng tangannya, sementara tangan satunya menepuk pelan bahu Valentina yang berada da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN