Bukti di Keheningan Malam.

1006 Kata

​Malam itu terasa panjang dan menyesakkan bagi Axel, setiap detik seperti kawat berduri yang melilit paru-parunya. Setelah meninggalkan apartemen Luna di sore hari, ia tidak pulang ke rumah besarnya yang sunyi. Ia tahu ia tidak akan bisa tidur, tidak akan bisa bernapas normal. Kebohongan yang Luna ucapkan, ketaatan yang ia tunjukkan pada notifikasi 'H', dan aroma asing di jaketnya telah merobek ilusi kepercayaan yang ia pegang teguh. Kebohongan bukan lagi kerentanan; itu adalah senjata yang diarahkan padanya. ​Axel menghabiskan waktu berjam-jam di kantornya, berpura-pura meninjau dokumen penting, tetapi pikirannya terus kembali ke satu tempat: pintu lobby apartemen Luna. Ia harus menunggu. Ia harus melihat ke mana Luna pergi, atau lebih penting, dari mana Luna kembali, karena dalam kepula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN