Langit mulai berubah warna. Biru yang sejak siang memantul terang kini berangsur meredup, digantikan gradasi jingga, peach, dan keemasan yang lembut. Matahari menggantung rendah, seolah menunda tenggelamnya demi memberi waktu lebih lama untuk dinikmati. Di satu sisi pantai, Anasera, Shaila, dan Sandira sibuk dengan dunianya sendiri. Ponsel berganti tangan, sudut diatur, rambut dirapikan, tawa kecil pecah tiap kali salah satu merasa hasil fotonya “ini sih cakep banget.” “Coba berdiri dikit ke kiri, Sha—nah, nah, jangan gerak!” seru Anasera. “Gila, lighting-nya mahal banget,” gumam Sandira sambil mengecek hasil jepretan. “Ini kayak photoshoot mahal gak, sih? Bukan sekedar liburan.” Sementara itu, tak jauh dari mereka, suara lain tak kalah mendominasi. “OUT! ITU OUT!” teriak Garvi sambi

