11. Pelaku yang Memergoki

1244 Kata

Malam sudah beranjak pekat ketika Kairav akhirnya mengantarkan Aruby pulang. Mereka tidak banyak bicara di sepanjang jalan. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Setelah mandi dan berganti pakaian dengan baju tidur yang lebih nyaman, Aruby membiarkan tubuhnya jatuh ke kasur. Ia menatap langit-langit, mengembuskan napas berat. Kepalanya riuh. Itu jelas. Antara ciuman terakhir yang ia sadari bukan sekedar ‘pelajaran' apalagi ketika ia juga menyambutnya dan sisi liarnya menginginkannya, bagaimana ia harus bersikap pada Kairav setelah insiden itu terjadi daaan yang paling penting serta genting dari semua itu adalah ... Ia harus membereskan satu hal. Ya. Sosok yang memergoki dirinya sedang berciuman dengan Kairav. Andai saja tidak ada yang memergoki, sepertinya ia tidak akan sepan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN