Beberapa hari setelah semua kekacauan itu, halaman utama kanal YouTube resmi Universitas Cendrawasih menampilkan siaran langsung yang jumlah penontonnya melonjak tajam hanya dalam hitungan menit. Aula rektorat menjadi latar, dipenuhi meja panjang berlapis kain gelap, logo kampus terpampang jelas di belakang, dan jajaran pimpinan universitas duduk rapi dengan ekspresi serius yang tak biasa. Tidak ada senyum basa-basi, tidak ada pembuka bertele-tele. Semua orang tahu, ini bukan sekadar klarifikasi biasa. Di berbagai sudut kampus, layar ponsel menyala serempak. Di kantin, di lorong fakultas, di dalam kelas yang seharusnya berlangsung perkuliahan, bahkan di parkiran, mahasiswa berhenti dari aktivitas mereka. Beberapa berdiri berkerumun, sebagian duduk diam dengan headphone terpasang, seol

