Malam turun perlahan, membawa udara yang lebih sejuk dan langit yang terang setelah hari panjang. Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu ketika mobil Kairav berhenti di depan sebuah restoran yang tidak mencolok, namun elegan. Bangunannya berdiri tenang di sudut jalan yang tak terlalu ramai, dengan jendela-jendela kaca besar yang memantulkan cahaya keemasan dari dalam. Tidak ada papan nama berlebihan. Hanya huruf sederhana yang menyala lembut, seolah tempat itu memang tidak dibuat untuk menarik perhatian, melainkan untuk menghadirkan kenyamanan. Kairav turun lebih dulu. Ia mengenakan kemeja hitam polos dengan potongan rapi, kancing atas dibiarkan terbuka satu, memperlihatkan garis leher yang santai tapi tetap elegan. Celana bahan warna abu gelap jatuh sempurna mengikuti langkahn

