67. Sebuah Janji untuk Bertanggungjawab

1068 Kata

Pukul sembilan malam. Kamar tidur Aruby hanya diterangi lampu tidur temaram yang memberikan nuansa hangat dan tenang. Di bawah selimut tebal, Aruby tertidur lelap dengan napas yang teratur. Wajahnya tampak begitu damai setelah kelelahan melewati hari yang panjang dan sesi ciuman penuh gairah yang tadi mereka habiskan bersama. ​Namun, di sampingnya, Kairav justru terjaga dengan pikiran yang compang-camping. Ia menatap langit-langit kamar dengan perasaan hampa. Setiap kali ia melihat Aruby, bayangan Nadira di pagi itu seolah menamparnya. Karena tidak tahan dengan tekanan batinnya, Kairav meraih ponsel di nakas dan mengirim pesan singkat kepada Nadira. Kairav Mahasagara ​Bisa ketemu sekarang? Ada yang perlu kita bicarakan. ​Hanya butuh waktu satu menit sampai sebuah balasan masuk. Nadir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN