Cahaya matahari pagi yang menusuk dari sela-sela gorden menyentak Kairav dari kegelapan yang pekat. Kepalanya berdenyut hebat, sebuah rasa sakit yang tajam seolah menghujam tepat di belakang matanya. Kairav mengerang pelan, mencoba mengumpulkan kembali kesadarannya yang masih tercecer entah di mana. Bau pengap ruangan yang asing dan aroma alkohol yang masih tertinggal di indra penciumannya membuat perutnya mendadak mual. Namun, rasa sakit di kepalanya seketika lenyap berganti dengan rasa dingin yang membekukan darahnya saat ia merasakan sentuhan kulit di samping tubuhnya. Kairav tersentak, mencoba bangkit dengan cepat namun gerakannya tertahan ketika ia menyadari bahwa dirinya tidak mengenakan sehelai benang pun di balik selimut tebal itu. Jantungnya berdegup kencang, memukul-mukul ron

