75. Telepon Terakhir

1096 Kata

Malam itu semakin larut, namun Kairav masih terjaga di balkon kamarnya. Selain tidak bisa tidur, kepalanya sangat riuh memikirkan banyak hal yang ia sendiri seharusnya tak perlu coba cari benang merahnya. Karena, percuma ... hidupnya tidak akan bisa kembali ke masa di mana ia masih memiliki Aruby dalam hidupnya. Pusat dunia, tujuan, dan satu-satunya yang sangat ingin ia ikat sebagai teman hidup. Ia menatap layar ponsel, menimbang-nimbang sebuah keputusan yang mungkin paling egois yang pernah ia buat. Tapi siapa yang peduli? Dia merindukannya. Sungguh. Akhirnya, dengan tangan yang terasa dingin, ia menekan nomor yang seharusnya sudah ia lupakan. Kairav bahkan membeli nomor baru hanya demi bisa menghubungi Aruby karena semenjak dirinya menyakiti perempuan itu, semua kontaknya di blokir t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN