26. Awal dari Sesuatu yang Baru?

1469 Kata

Begitu pintu tertutup, apartemen Aruby terasa berbeda dari biasanya—lebih tenang, lebih hangat, tapi juga seperti menyimpan sesuatu di udara yang tak berani mereka sebutkan. Lampu ruang tamu menyala lembut, hanya setengah, menebarkan warna kuning keemasan di dinding yang menciptakan bayangan halus pada wajah Kairav. Ia menatap sekeliling, sekilas saja, sebelum akhirnya tatapan itu kembali lagi pada Aruby, seolah ruangan hanyalah latar sementara pusat gravitasinya tetap pada perempuan itu. Aruby menurunkan tas, menaruhnya dekat sofa. Tangannya sedikit gemetar, bukan karena dingin, tapi karena napas Kairav masih terasa samar di bibirnya—jejak dari ciuman di ruang 517 yang belum betul-betul hilang. Ia menarik napas pelan, mencoba menstabilkan suara. “Mau kopi enggak?” tawar Aruby. Kairav

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN