Langit sore di parkiran fakultas mulai memudar, menyisakan semburat oranye lembut yang memantul di kap mobil-mobil terparkir. Angin lewat pelan, membawa sisa suara mahasiswa yang baru bubar meeting. Aruby dan Kairav berjalan berdampingan menuju mobil, masing-masing masih membawa sisa letih hari itu. Sampai— “Astaga! Kok gue bisa lupa sih?!” Aruby memotong langkahnya, berhenti begitu saja di samping pilar parkir. Kairav mengerutkan dahi. “Kenapa?” Aruby merogoh tote bag-nya buru-buru. “Ini loh. Gue mau bayar tagihan listrik apartemen, jatuh temponya hari ini, dan M-banking gue sejak pagi error. Mana gue juga lagi kehabisan cash. Gila… bisa-bisanya gue lupaaa…” Nada kalutnya membuat Kairav menggeser tubuh sedikit lebih dekat. Tanpa banyak kata, Kairav menarik ponselnya dari saku jeans.

