Pagi itu, Sarah bangun lebih awal dari biasanya. Matanya masih terasa berat, tapi bayangan kejadian semalam terus berputar di kepalanya. Firasat aneh itu masih menghantui, membuatnya gelisah sepanjang malam. Ia melihat ke arah ranjang Kavindra, suaminya masih terbaring tenang dengan infus di tangannya. Denyut mesin monitor jantung stabil, tapi hati Sarah sama sekali tidak tenang. Ketika perawat datang pagi itu membawa catatan rutin untuk mengganti cairan infus dan memeriksa kondisi Kavindra, Sarah langsung menghampiri. Wajahnya tampak serius, matanya sedikit memerah karena kurang tidur. “Permisi, Mbak,” ujar Sarah, suaranya pelan tapi terdengar menekan, “saya mau tanya. Tadi malam… sekitar tengah malam, apakah ada perawat masuk ke ruangan ini untuk periksa keadaan suami saya?” Perawat i

