Bab 108

1464 Kata

Andrew duduk di balik kemudi mobil hitamnya, menatap layar tablet kecil yang menampilkan feed kamera dari jarak jauh. Wajahnya seperti terukir tekad. Di sampingnya, dua anak buahnya duduk tegap — wajah keras, tangan yang tak ragu melakukan hal kotor. Di antara mereka hanya ada raut tegang: malam semakin dekat, dan kesempatan semakin tipis. “Satu kali kesempatan ini gagal, kita hancur,” bisik Andrew, suaranya dingin. “Kalian paham itu? Nggak ada toleransi. Kalau kau mau ambil bagian, kau lakukan sesuai instruksi. Satu kesalahan kecil bisa bikin semuanya terbongkar. Jadi dengarkan baik-baik.” Anak buahnya mengangguk. Salah seorang, bernama Bimo, membalas dengan nada seram, “Tenang, Bos. Kita sudah rapi. Kita tunggu momen yang tepat. Kita tidak main kasar yang terlihat. Kita ambil dia saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN