Bab 109

2578 Kata

Rumah besar keluarga itu kini terasa lebih hangat sekaligus tegang. Setelah kejadian percobaan penculikan yang membuat Sarah hampir kehilangan nyawanya, keputusan besar diambil tanpa banyak perdebatan. Raisa menatap menantunya dengan mata lembut, tapi ada kekuatan di balik tatapannya. Ia menegaskan bahwa Sarah tidak akan dibiarkan lagi menanggung ketakutan itu sendirian. “Sarah, kamu bawa Alvano tinggal di sini dulu. Jangan menolak,” suara Raisa tenang namun tegas, seperti tidak bisa digugat. “Kami tidak mau ambil risiko. Biarkan Kavindra urus urusan busuk itu di luar sana. Kamu cukup di sini, aman bersama kami.” Ardi, yang biasanya lebih kalem, juga ikut bicara. Nada suaranya jarang sekeras itu, tapi kali ini ia tidak ingin ada celah. “Tidak ada tawar-menawar, Sarah. Kamu dan Alvano di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN