Ruang tengah rumah terasa hangat sore itu. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela besar menyorot lembut, membuat suasana semakin damai. Kavindra duduk di lantai, wajahnya penuh semangat meski kakinya masih belum sekuat dulu. Di seberangnya, Sarah juga duduk sambil tersenyum manis, bola kecil berwarna biru di tangannya. Di tengah mereka, Alvano, bayi mungil itu, sedang merangkak dengan gesitnya, penuh energi khas anak kecil yang baru mulai menjelajahi dunia. Sarah melemparkan bola perlahan ke arah Kavindra. Bola itu meluncur di lantai, dan seketika mata Alvano berbinar. Bayi kecil itu langsung berteriak kegirangan sambil merangkak cepat mengejar bola tersebut. Suara tangis tawa Alvano memenuhi ruangan, membuat hati siapa pun yang melihat jadi luluh. "Heeey, ayo kejar, Nak!" kata Kavin

