Fiona menatap jalanan malam dengan langkah ragu-ragu. Ia mendekati sebuah mobil yang baru saja melambat, berusaha menyunggingkan senyum kecil di wajahnya. Tangannya bahkan sempat mengetuk kaca mobil dengan lembut. "Selamat malam, Mas... mau ditemani jalan-jalan?" suaranya serak, berusaha terdengar ramah meski jantungnya berdentum kencang. Kaca mobil itu turun pelan, memperlihatkan seorang pria muda berpenampilan rapi, mengenakan kemeja hitam yang tampak mahal. Tatapan pria itu langsung menyapu Fiona dari atas sampai bawah. "Astaga," ucap pria itu sambil terkekeh pelan. "Kamu yakin jual diri begini? Lihat diri kamu deh di kaca, kumuh banget. Rambut acak-acakan, badan kurus kayak belum makan berhari-hari." Fiona terdiam, pipinya panas. Ia mencoba tetap tersenyum meski matanya berair. "Sa

