Ardi menatap Raisa dengan mata tajam, menahan napas yang gemetar. “Kamu yakin polisi nggak bakal ngulik lebih jauh?” tanyanya, suaranya rendah dan tegang. Raisa menggigit bibir, cemas. “Aku nggak tahu, Ardi… Aku takut banget. Kalau mereka nemuin jejak kita, kita berdua bisa habis.” Ardi menghela napas panjang dan mendekat, menepuk bahu Raisa. “Tenang, Raisa. Aku udah pikirin semua. Uang bisa bikin mereka diam. Percayain sama aku.” Raisa menatapnya ragu-ragu. “Tapi… itu salah, Ardi. Kita nggak bisa terus hidup kayak gini. Fiona… dia… dia udah nggak ada.” Ardi menundukkan kepala sebentar, wajahnya tegang. “Aku ngerti. Tapi sekarang kita nggak punya pilihan. Kalau polisi nerusin kasus ini, kita nggak bakal punya hidup lagi. Aku nggak mau kita hancur cuma karena ketakutan. Aku bakal atur s

