Pesawat mendarat dengan mulus di bandara Jakarta. Sarah, Kavindra, Ardi, dan Raisa segera menuruni pesawat. Alvano, yang masih menggumam kecil dan sesekali tertawa, digendong Sarah. Tangan kecilnya sibuk memainkan robot mainan yang dibawa dari Jepang. Setiap kali tombol robot ditekan, suara-suara lucu keluar, membuat Alvano tertawa kecil dan menepuk-nepuk tangan. “Kamu lihat, Alvano? Robot ini bisa bergerak dan bunyinya lucu,” kata Sarah sambil tersenyum hangat. Alvano menatap robot itu dengan mata berbinar, menggenggam erat, dan mengoceh riang. Sesekali dia menepuk pipi Mama atau memukul-mukul robotnya dengan lucu. Raisa menatap cucunya, tersenyum lembut. “Alvano, Nenek senang lihat kamu begitu senang. Perjalanan panjang, tapi kamu tetap ceria.” Ardi menepuk bahu Sarah. “Kamu pegang A

