Alvano masih asyik bermain LEGO, matanya berbinar, tawa kecilnya sesekali terdengar di ruang suite hotel. Balok-balok berserakan di lantai, beberapa menara sudah hancur, tapi itu tidak mengurangi semangatnya. Sarah menatap cucunya dengan senyum hangat. “Alvano, Mama rasa sudah waktunya tidur. Besok kita bisa main LEGO lagi, ya?” Alvano menatap Mama, matanya setengah mengantuk tapi masih ceria. “Ma… ma … Ma…” Sarah tersenyum, menunduk, dan menggendong Alvano ke kamar tidur. “Iya, Alvano… Mama gendong dulu. Main LEGO besok lagi, kita bikin lebih seru lagi. Tidur yang nyenyak, ya.” Alvano meringkuk di pelukan Mama, tangannya terkadang meraih wajah Papa. “Pa… Ma…” Sarah menepuk punggungnya pelan. “Mama di sini, Alvano… besok kita lanjut main LEGO, dan Mama janji bakal bantu bikin menara p

