Vivian pergi ke Singapura untuk menemui seseorang. Dia datang ke rumah sakit dan menangis melihat keadaan seseorang yang dia cintai seperti itu. Sudah berapa lama pria tersebut belum juga bangun. Membuat hatinya merasa sepi. "Aku datang menemui kamu," gumam Vivian duduk di kursi rumah sakit. Menggenggam tangan yang begitu sangat dingin. "Kamu tahu, adikmu sekarang sudah menikah." Vivian mengatakan itu pada pria yang masih terpejam di ranjang. Berharap pria itu mau mendengarkan perkataannya. Namun, rasanya tidak akan pernah mungkin. Samuel tidak tahu kalau sekarang adiknya sudah menikah. Kalau dia tahu pasti akan marah sekali. Mengingat Samuel memang dari dulu begitu posesif pada adik perempuannya. "Kapan kamu akan bangun Samuel, apa kamu tidak tahu kalau anak kita sudah besar sekaran

