Sinar matahari Shanghai sore itu masuk melalui celah gorden apartemen, menciptakan garis-garis emas yang membelah ruang tamu. Udara terasa statis, pengap oleh sesuatu yang tak kasat mata namun sanggup menghimpit d**a. Begitu pintu apartemen tertutup dengan bunyi klik yang halus, Milea tidak langsung menoleh. Ia melepas sepatu hak tingginya dengan gerakan mekanis, meletakkannya di rak dengan sangat rapi, terlalu rapi untuk seseorang yang baru saja merayakan kelulusan sebagai wisudawan terbaik. "Aku mandi duluan, ya. Badanku rasanya lengket sekali," ucap Milea tanpa menoleh. Suaranya terdengar datar, nyaris tanpa emosi. Julian baru saja hendak membuka mulut untuk berbicara, namun Milea sudah melesat masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya. Di dalam, Julian hanya bisa mendengar suara g

