“Sedangkan aku bahkan tidak tahu apa-apa tentang suamiku sendiri." Julian memejamkan matanya, ia menarik Milea semakin dalam ke pelukannya. "Maafkan aku... ini tidak seperti apa yang kau pikirkan," bisiknya yang langsung menggendong Milea membawanya ke sofa ruang tengah. Sinar matahari sore yang tadinya garang kini mulai melunak, menyisakan bias keemasan yang menenangkan di ruang tamu apartemen. Julian masih berlutut di depan Milea, memegang jemari istrinya yang baru saja selesai ia balut dengan plester. Keheningan yang tadi mencekam perlahan mencair, digantikan oleh napas Milea yang mulai teratur meski matanya masih tampak sembab. Julian mendongak, menatap wajah Milea yang masih tertunduk lesu. Ia mengusap pipi istrinya dengan ibu jari, menghapus sisa air mata yang mengering di sana.

