Tetap saja Lifia memilih diam dan tidak banyak bicara didalam mobil, ia memang menjadi sensitif. Apalagi ia tidak mau Defran marah padanya karena ia yang memang merasa sangat ingin berpergian bersama Kila, Salsa dan Kiran. Defran yang fokus mengemudi melihat mata istrinya itu sembab dan ia menghela napasnya, lalu sengaja memutar jalan menuju taman agar bisa menjelaskan kepada Lifia. Mobil berhenti diparkiran taman membuat Lifia menatap Defran dengan tatapan penasaran. "Kenapa berhenti disini Mas?" Tanya Lifia. "Kamu mau nurunin aku dan pulang sendirian gitu ya Mas?" Tanya Lifia membuat Defran menghela napasnya. "Kamu pikir saya itu sejahat itu sama kamu?" Ucap Defran yang kesal dengan pemikiran istrinya ini. "Kamu marah sama aku Mas, hiks...hiks... aku minta maaf," tangis Lifia membu

