Defran dengan cekatan dan cepat mengolah adonan yang ia masukan kedalam baskom dengan memakai mixer dan ia mengira-ngira apa rasanya adonannya itu sudah pas atau belum. Setelah adonan tercampur Defran mematikan mixer dan ia menguleni adonan dengan telapak tangannya d yang telah ia pakaikan sarung tangan plastik dengan pelan agar adonan tidak keras. Dua jam kemudian Defran berhasil memasak pempek dibantu oleh dua orang Maid yang menjadi asistennya dan tak tanggung-tanggung pempek yang ia masak memang dalam jumlah cukup banyak. Para Maid mengakui jika Tuan Mudanya ini, ternyata memang sangat pandai memasak, terbukti pempek yang ia buat terasa sangat lezat. "Enak," ucap Defran, ketika ia mencicipi masakannya sendiri. Defran membalikkan tubuhnya, ia melihat sosok Lifia yang saat ini

