Marco menatap Sandra yang masih menangis dipelukkan Maminya dan ia juga melihat Papinya yang saat ini menatapnya dengan tajam. "Pi, istri saya menangis bukan berarti saya telah menyakitinya, coba Papi tanya saja sama Larisa. Papi jangan hukum Marco lagi Pi, sudah cukup ini luka Marco saja belum pulih," ucap Marco kesal. Ia bisa menduga jika Papinya ingin kembali menghajarnya karena mengira ia yang menyebabkan Sandra menangis. Sandra melepaskan pelukkan Erna dengan pelan dan ia tidak ingin suaminya ini terluka lagi karena dipukul oleh Abib Laksmana Dewandaru, yang ternyata sangat mengerikan jika sedang marah. "Maafkan Mas Marco Pi!" Pinta Sandra menatap Abib dengan tatapan memohon, ia melangkahkan kakinya mendekati Marco dan ia duduk disamping Marco, lalu ia memeluknya dengan erat. "Pa

