Marco mendekati Sandra dan sepertinya ia juga telah mengetahui kabar dari Maminya, jika saat ini Dikta sedang sakit. Keduanya melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari Restauran. Marco memegang tangan Sandra membuat Sandra menghentikan langkah kakinya. "Kenapa?" Tanya Marco. "Kita harus gimana?" Tanya Sandra. "Kita bicarain dimobil ya!" Ucap Marco lembut membuat Sandra menganggukkan kepalanya. Keduanya melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil dan saat ini keduanya telah masuk kedalam mobil. Marco menyalakan mobilnya dan ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Jadi kita harus bagaimana Mas?" Tanya Sandra memulai pembicaraan ini. Marco menghela napasnya dan ia melirik Sandra sekilas, "Maunya saya kita benar-benar bisa menjadi suami istri sampai maut memisahkan kita Sandr

